Pembahasan tentang adat tentang warga sekitar.


Masyarakat kerandon mempunyai adatnya yang ada kaitannya dengan patilasan nyai endang geulis,salah satu acaranya yaitu acara SEDEKAH BUMI yang di laksanakan setiap 1(satu)tahun sekali pada bulan APIT dan diadakannya acara sedekah bumi ini oleh warga setempat dengan membuat tumpeng saja sedanya tidak semerain acara desa lain,karena desa keradon adalah desa yang terpencil dan penduduknya juga lumayan sedikit ,acara tersebut diadakannya oleh warga karena mempunyai jiwa rasa syukur kepada allah swt,yang telah memberikan kenikmatan hidup.
Acara ini tidak hanya dilakukan atau dilaksanakan oleh masyarakat desa kerandon saja tetapi hampir semua desa yang masyarakatnya kebanyakan dengan masyarakat jawa melakukan acara sedekah buminya dalam satu tahun sekali.
Acara ini adalah acara yang sifatnya turun menurun dari zamanya dulu dan sampai sekarang masih banyak yang peduli dengan acara sedekah bumi ini.Biasanya sedekah bumi ini dilaksanakan dengan acara yang sangat meriah dengan "pamer" hasil panennya seperti sayuran makanan yang lainnya,buah-buahan yang ditata dan diahas sebagus dan seidah mungkin dan keliling atau mengarak sekeliling desanya dengan hasil panen yang sudah dihias tersebut tetapi masyarakat desa kerandon mengandakkanya acara sedekah bumi dengan sangat sederha,yang terpenting adalah sudah mengadakannya acara sedekah bumi pada setiap tahunnya karena itu adalah sebuah rasa syukur atas kenikmatan yang sudah diberikan.
Dengan seiringnya zaman ritual atau acara ini sedikit demi sedikit mungkin akan hilang Karena acara ini merupakan acara budaya.masyarakat kota sudah menghilangkannya acara sedekah bumi ini mungkin mereka mengira acara yang tidak penting padahal acara tersebut sangat penting .zaman sekarang sudah banyak masyarakat-masyarakat yang mengilangkan budayanya karena mereka anggap tidak penting ,dan banyak para ustadz yang meharamkan meryakan suatu budaya seperti hal nya acara atau ritual sedekah bumi ini .
Tetapi disisi lain ada yang mengatakan ritual sedekah bumi ini juga dapat dijadikan tolak  ukur sejauh mana para masyarakat mengamalkan ajaran-ajaran agamanya(agama islam ).Agama dan budaya apabila disangkutkan dengan budaya banyak kecenderungan-kecenderungan .
Ritual sedekah bumi ini mempunyai usia yang beratusan tahun.Bahkan acara patilasan nyai endang geulis inilah merupakan adat dari dulunya dan sampai dengan turun-temurun.warga patilasan nyai endang geulis melakukan acaranya dengan serempak hampir semuanya membuat tumpengan dan lauk pauk yang akan disugukan dan setelah selesai acara ritual sedekah bumi ini seluruh tumpeng diampil pucuk tumpengannya dan lauk pauk yang disatukannya dengan tumpeng itu diambil dan sugukan biasanya dan bisa juga dimakan oleh orang yang mengadakan acara ritual sedekah bumi tersebut.dan biasanya dengan diadakannya sedekah bumi dengan hiburan wayang kulit tetapi sekarang kebanyakanya dengan dzikir atau tahlilan ditempat yang ingin di ritualkan karena disangkut pautkan dengn ajaran islam .
Tetapi masih banyak juga yang masih mengggunakan hiburan wayang kukit ini karena wayang kulit ini juga hiburan yang berusia sangat tua yang menyangkut dengan budaya yang ada.Nyai endang ratudulunya sudah melakukan Ritual sedekah bumi ini karena ini adalah suatu rasa syuku nikmat ya allah berikan kepada manusia.
Dan ada peristiwa penting dalam acara ritual sedekah bumi dikawasan nyai endang geulis ini dan caranya mengelilingi desa kerandon dan hingga pukul menjelang subuh dan yang diarak adalah benda-benda peninggalan yaitu tombak,dan payung dan dilangsungkan dengan doa-doa.Yang dilakukan oleh juru kunci patilasan nyai endang geulis dan bisa juga ustad yang ada didesanya.